Hikmah dibalik doa Nabi Musa a.s

MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Dalam kisah Nabi Musa a.s dan Fir’aun ada pelajaran dan hikmah yang banyak. Intisari kisahnya, Nabi Musa a.s melakukan peperangan, darat dan laut, juga ,melakukan pertarungan di medan tempur dan lapangan ilmiah. Allah SWT mengutus Musa a.s kepada Fir’aun di istananya.

Allah SWT menyertakan saudaranya, Harun a.s karena lisan Harun a.s lebih fasih daripada Musa. Akan tetapi sebenarnya Musa a.s lebih baik daripada saudaranya. Para ahli tarikh mengatakan bahwa Harun a.s lebih tua satu tahun daripada Musa a.s. namun Allah lebih memilih Musa a.s dan bukan Harun a.s
Allah berfirman kepada Musa a.s “Berangkatlah menjumpai Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah seorang raja yang telah melampaui batas “ (QS Thaha ayat 24)
Karena ini adalah sebuah perintah yang sangat sulit dan sebuah tugas yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
Coba Anda bayangkan, anda adalah seorang pengembala kambing dan mempunyai tongkat yang berguna untuk mengembala kambing. Kemudian ditugaskan untuk menghadapi salah seorang yang sangat durjana,sombong, dan angkuh dimuka bumi ini, yaitu Fir’aun laknatullah alaih. Menurut para Ulama, jumlah pengawalnya saja mencapai tiga puluh enam ribu orang. Mereka tersebar di setiap tempat, disamping, di dalam, dan diluar istana.
Dan mari kita ingat untaian doa Nabi Musa a.s “Wahai Rabbku, lapangkan dadaku untukku dan mudahkanlah urusanku untukku “(QS Thaha ayat 25-26)
Betapa indah untaian doa ini, Allah SWT telah memberikan ilham kepadanya untuk melantunkan doa ini. Musa kembali melanjutkan doanya “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku “( QS Thaha ayat 27) . Wahai Rabbku, Engkau mengetahui bahwa lidahku kaku dan tidak fasih maka lepaskanlah kekakuan ini dariku.
Imam Hasan Al Bashri rahimahullah berkata “Semoga Allah merahmati Musa, karena dia hanya meminta agar Allah melepaskan kekakuan lidahnya”
Adapun penyebab mengapa dia memohon kepadaNya agar melepaskan kekakuannya ini adalah “Supaya mereka mengerti perkataanku”(QS Thaha ayat 28)
Musa a.s tidak berkata “Jadikanlah aku seorang penceramah terkemuka di negeri Mesir” dan dia tidak juga berkata “Jadikanlah aku sebagai orang yang paling pandai berbicara di Mesir”. Akan tetapi dia hanya meminta “Supaya mereka mengerti perkataanku. Hanya ini saja permintaanku, supaya aku menyampaikan risalah Allah”
Musa a.s melanjutkan”Dan jadikanlah seorang pembantu dari keluargaku untukku”(QS Thaha ayat 29) , maksudnya yang akan membantuku dan dia dari keluargaku karena kalau bukan dari keluargaku mungkin dia akan benci dan dengki. Dan Musa a.s langsung menentukan namanya, karena keluarganya sangat banyak,terdiri dari orang tua,orang muda,anak paman,kaum kerabat dan yang lainnya.
Musa berkata “(yaitu) Harun saudaraku,teguhkanlah kekuatanku dengannya dan jadikanlah dia sebagai sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepadaMu dan banyak mengingatMu. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui keadaan kami.( QS Thaha ayat 30-35)
Dan secara langsung jawabannya datang dari langit. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu wahai Musa” (QS Thaha ayat 36)
Allah tidak berfirman “permintaan-permintaanmu”, sebab hanya satu permintaan saja yang ada dalam ilmu Allah. “Sesungguhnya urusan Allah,jika Dia berkehendak melakukan sesuatu, Dia hanya berfirman ‘Jadilah, maka ia pun akan terjadi” (QS Yaasin ayat 82)

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...