Sang Imam Tauhid – Pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim a.s (1)

MI Plus Mutiara Islam - MI Plus Islam Surabaya
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Sang Imam Tauhid, Nabi Ibrahim a.s berkeinginan untuk menegakkan persoalan tauhid terlebih dahulu. Ia telah menanamkan tauhid ini dalam dirinya sebelum kepada ayah dan kaumnya. Ibrahim a.s senantiasa berada dalam pergolakan yang dahsyat dalam dirinya, hingga ia mengetahui hakikat Laa Ilaha Illallah.

Apabila Allah SWT hendak mengutus salah sorang Rasul, Dia akan mengujinya dengan berbagai musibah ,cobaan dan malapetaka, hingga ia mengetahui bahwa tiada Illah yang berhak disembah selain Allah serta tiada yang dapat menghidupkan dan mematikan selain Allah.
Rasulullah SAW sendiri sejak kecil telah hidup dan merasakan makna tauhid. Tatkala usia beliau mencapai empat puluh tahun, Allah menurunkan firmanNya “Maka ketahuilah bahwa tiada Illah (yang berhak disembah) selain Allah, dan mintakanlah ampunan atas dosamu” (QS Muhammad ayat 19) .
Kembali kepada kisah perjalanan Nabi Ibrahim a.s, Allah SWT berfirman “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata “Wahai Rabbku perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupan sesuatu yang telah mati!” Allah berfirman “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab “Aku telah meyakininya, namun agar hatiku tetap mantap(dengan imanku) “, Allah berfirman “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung lalu cincanglah semuanya olehmu. Lalu letakkan di atas setiap satu bukit satu bagian dari bagian bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Al Baqarah ayat 260)
Ketika Ibrahim a.s keluar menuju lautan , ia menemukan mayat binatang yang dilemparkan ke tepi lautan. Serigala,binatang buas, anjing dan burung memangsanya. Ibrahim a.s terdiam dengan penuh penghayatan dan berkata “Mahasuci Allah, apakah Allah akan menghidupkan mayat binatang ini kembali setelah disantap oleh binatang buas itu ?”
Kemudian ia menoleh dan mengangat kedua tangannya seraya berucap “Wahai Rabbku perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan sesuatu yang telah mati?”
Lalu apakah Ibrahim a.s meragukan kekuasaan Allah? Kekuasaan Allah Yang Maha Esa sudah ditetapkan dan Ibrahim a.s telah mengetahui hal itu. Bahkan dialah yang mengajarkan kepada segenap manusia bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Kuasa dan dia pulalah yang datang membawa ilmu tauhid yang murni. Imam Bukhori meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sebenarnya kita lebih berhak untuk ragu daripada Ibrahim”
Ada dua pengertian yang diberikan oleh para Ulama dalam menjabarkan hadits ini. Pengertian pertama, kalau Ibrahim a.s saja ragu, justru keraguan kita akan lebih banyak lagi daripadanya, karena keimanannya lebih kuat dan lebih tinggi daripada kita. Pengertian kedua, bahwa tidak seorang pun yang terhindar dari keraguan hingga diri kita sendiri, karena Ibrahim a.s saja yang lebih mulia dan lebih baik dari kita telah dihinggapi sedikit dari keraguan ini. Pengertian pertama lebih kuat dan lebh bisa diterima.
Dan setelah bangkai binatang itu berada dalam perut binatang buas ,burung,anjing,burung burung bercakar dan binatang binatang lainnya, Allah SWT berfirman “Belum yakinkah kamu?” maksudnya masihkah ada keraguan pada dirimu terhadap kalimat Laa Ilaha Illallah ?Dari kekuasaan Allah yang Maha Kuasa? Dari kekuasaan Allah yang Maha Esa ?
Ada yang bertanya kepada seseorang “Apakah dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah?” yang ditanya menjawab”Lunturnya tekad” maksudnya bahwa suatu ketika kita bertekad untuk melakukan sesuatu tiba tiba tekad itu pudar. Misalnya bertekad untuk bepergian, tiba tiba membatalkan rencana bepergian karena beberapa sebab.
Abu Al Ala` Al Ma`ri berkata”Di dunia ini engkau adalah sesuatu yang tidak berharga.engkau berkehendak dan berkuasa maka Allah pun mendatangkan ketetapan untuk menghapus dan melenyapkan segala ketentuan dan kekuasaan dirimu”

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...