Kepemimpinan Umat dialihkan Allah dari Bani Israil kepada Bani Ismail(1)


MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Pimpinan agama samawi selama masa dua ribu lima ratus tahun diserahkan Allah kepada Bani Israil (dari zaman Nabi Ibrahim a.s sampai zaman Nabi Isa a.s). Hal itu sesuai dengan doa Nabi Ibrahim a.s dan jawaban Allah atas doa tersebut, sebagaimana tersebut dalam Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 124 ”Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji TuhanNya dengan beberapa kalimat (berupa perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya (dengan baik),Allah berfirman “Sungguh Aku menjadikan engkau Imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku.
Allah berfirman “JanjiKu ini tidak mengenai orang yang zhalim”
Janji Allah ini sesuai dengan firman Allah dalam perjanjian lama (Genesis bagian 12) “Berfirman Tuhan kepada Abram “Pergilah dari negerimu dan sanak keluargamu dan dari rumah bapakmu ini ke negeri yang akan Aku tunjukkan kepadamu,Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur, dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang orang yang mengutuk engkau dan olehmu kaum di muka bumi akan mendapat berkat”
Sebagaimana kita ketahui Nabi Ibrahim a.s mempunyai dua orang anak yaitu Nabi Ismail a.s dan Nabi Ishaq a.s. kemudian Nabi Ishaq a.s memiliki anak yaitu Nabi Yaqub a.s. Dan dari anak anak Nabi Yaqub yang berjumlah 12 orang terlahirlah bangsa yang menamakan diri mereka Bangsa Israil (Bani Israil). Israil adalah julukan Nabi Yaqub yang berarti “Hamba Allah”.
Adapun Ismail semasa masih bayi dan ibunya yaitu Siti Hajar harus hijrah ke Selatan,ini terjadi atas desakan Siti Sarah istri pertama Nabi Ibrahim,hijrah kesuatu tempat yang ditunjukkan Allah yaitu Mekkah dimana disana tidak terdapat penghuni ,tidak juga terdapat tumbuhan dan air. Dari keturunan Ismail inilah muncul lagi satu bangsa besar yang juga keturunan Ibrahim a.s,yaitu bangsa Arab atau Bani Ismail.
Selama masa dua ribu lima ratus tahun lamanya Bani Israil diserahi Allah tugas menjadi pemimpin sesuai dengan permohonan Nabi Ibrahim. Di kalangan Bani Israil diutus Allah secara beruntun ratusan Nabi dan Rasul,ada diantaranya yang menjadi Raja atau penguasa. Yang paling menonjol ialah Nabi Ishaq,Yaqub,Yusuf,Musa,Harun,Daud,Sulaiman,Ilyasa,Yunus,Ilyas,Luth,Zakariya,Yahya dan Isa alaihimussalam.
Sekalipun begitu Bani Israil tidak patuh mengikuti ajaran para Nabi dan Rasul mereka yang dipilih Allah itu.Banyak Nabi dan Rasul-rasul itu malah mereka bunuh,ajarannya mereka tambah,kurangi dan diubah ubah menurut kesenangan mereka sendiri. Begitu juga kitab kitab Allah yang diturunkan kepada mereka. Sebagian kecil dari isinya mereka sebarkan,sedangkan sebagian besar isinya yang lain mereka sembunyikan.
Berikut keterangan dalam Al Qur`an Surat Al An`am ayat 91”Mereka (Bani Israil) tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang sewajarnya di kala mereka berkata”Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia”. Katakanlah “Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa, sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia. Kamu jadikan Kitab itu lembaran lembaran kertas yang bercerai berai,kamu perlihatkan sebagiannya dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahuinya. Katakanlah “Allah(yang menurunkannya). Kemudian sesudah engkau (Muhammad) menyampaikan Al Qur`an kepada mereka biarkanlah mereka bermain-main dengan kesesatan.”
Bani Israil bermain main dengan Allah, Nabi-nabi dan Rasul-rasul serta Kitab-kitab Allah. Apalagi terhadap Rasulullah Muhammad SAW dan Al Quran. Sesudah Nabi Muhammad menyampaikan semua isi Al Qur`an kepada mereka ,Allah perintahkan Nabi Muhammad SAW agar membiarkan mereka dan uruslah mereka yang beriman.
Mereka(Bani Israil) mencari kekayaan dengan segala cara,baik yang halal ataupun yang haram. Dengan melakukan riba,memperdagangkan budak,meminjam uang dengan bunga besar dan jaminan besar berupa barang berharga, dengan tujuan bila terlambat membayarnya barang berharga itu jatuh menjadi hak milik mereka. Sebab itu mereka sangat cepat menjadi kaya raya.
Dengan menamakan diri Bani Israil,anak keturunan Yaqub, mereka merasa diri lebih mulia dari bangsa-bangsa lain, bangsa lain mereka hina-hinakan,mereka merasa diri boleh memeras,merampok dan memperkosa bangsa lain,asal jangan bangsa Israil.Bahkan agama Ibrahim den nenek moyang mereka tidak perlu diajarkan kepada bangsa lain. Bahkan Allah pun mereka monopoli dengan mengatakan bahwa Allah itu adalah Tuhannya Bangsa Israil. Bangsa-bangsa lain Tuhannnya adalah patung-patung atau berhala. Hanya mereka saja yang dicintai Allah, bahkan menganggap diri mereka sebagai anak-anak Allah.
Firman Allah QS Al Maidah ayat 18 “Berkata Yahudi dan Nashrani “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya”. Jawablah “Kenapa Allah menurunkan berbagai siksa kepadamu karena dosa-dosamu. Kamu adalah manusia –manusia biasa seperti manusia lain yang diciptakan Allah.”

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...