Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf a.s dan Saudara-saudaranya (6)

MI Plus Mutiara Islam - MI Plus Islam Surabaya
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Lalu apa yang dimaksud dengan tanda dari Rabbnya yang dilihat oleh Yusuf? Ada beberapa pendapat Ulama dalam menerangkan hal ini, seperti berikut ini :

1.       Abdullah bin Abbas r.a berpendapat bahwa ketika Yusuf a.s berkeinginan melakukan perbuatan itu dengan perempuan tersebut, tiba-tiba ia mendengar gema suara yang mengatakan “Wahai Yusuf, sesunguhnya Aku telah menulis namamu di kalangan para nabiKu, maka janganlah kamu melakukan perbuatan keji itu”.
2.       As-Suddi rahimahullah berpendapat bahwa Yusuf a.s mendengar gema suara yang mengatakan “Wahai Yusuf, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya kamu adalah laksana burung yang dihiasi oleh bulu-bulunya. Dan jika kamu melakukan perbuatan keji itu maka bulu-bulumu akan dicabut”
3.       Sebagian ahli tafsir lainnya berpendapat bahwa Yusuf a.s melihat selembar papan di dalam istana tersebut tertulis “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS Al Isra` ayat 32)
4.       Ada yang mengatakan “Yang tertulis di papan tersebut adalah `Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)` (QS Al Infithar ayat 10)
5.       Imam Ibnu Jarir Ath Thabari dan Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa Yusuf a.s melihat bapaknya, Nabi Yaqub a.s berada disudut rumah sambil menggigit jari. Yaqub a.s berkata “Wahai Yusuf bertaqwalah kepada Allah”
6.       Sebagian Ulama tafsir berpendapat bahwa ketika wanita itu berkeinginan melakukan perbuatan itu dengannya, begitu juga halnya dengan Yusuf a.s wanita itu berkata “Tunggu sebentar” lalu ia berdiri menghampiri patung yang berada di ujung kamar dan ia menutupinya dengan jilbab yang ia kenakan. Yusuf a.s bertanya “Ada apa denganmu?” wanita itu berkata “ini adalah tuhanku, dan aku malu kalau ia melihatku melakukan perbuatan keji itu”. Maka kedua mata Yusuf a.s pun meneteskan air mata lalu ia berkata “Apakah engkau merasa malu dari patung yang tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat memberikan bahaya dan tidak dapat memberikan manfaat, tidak hidup dan tidak dibangkitkan, sementara aku takut kepada Allah yang Maha mengatur seluruh urusan makhlukNya?”
7.       Sementara Syaikhul Islam Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah berpendapat bahwa “tanda Rabbnya” yang dilihat oleh Yusuf a.s adalah penasihat Allah yang terdapat pada hati setiap orang yang beriman. Allah SWT berfirman “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (QS An Naziat ayat 40-41). Maka Yusuf a.s teringat bahwa kelak dia akan berdiri di hadapan Allah, maka dia pun berpaling dan kembali kepadaNya.
Kemudian Allah berfirman mengenai Yusuf a.s “Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termsuk hamba-hamba kami yang terpilih” (QS Yusuf ayat 24). Apabila seorang hamba mengikhlaskan seluruh pekerjaannya hanya karena Allah semata, niscaya Allah akan melindunginya dari berbagai fitnah dan memeliharanya dari berbagai bencana serta menjaganya dari berbagai kejahatan. Said Ibnu Musayyab rahimahullah berkata “Sesungguhnya setiap manusia itu berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Jika Allah berkeinginan menghinakan sebagian mereka, maka Allah akan mengangkat perlindunganNya dari mereka.
Yusuf .s difitnah hendak menggoda istri Tuan Aziz
Allah SWT berfirman “Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu selain dipenjarakan atau (dihukum)dengan azab yang pedih ?” (QS Yusuf ayat 25)
Istri Tuan Aziz mengejar Yusuf a.s dari belakang. Wanita itu menarik baju gamisnya. Dia terus mengikutinya dan mengajaknya supaya tunduk kepada keinginannya. Namun Yusuf a.s terus berlari menuju Allah dan dia berteriak dengan teriakan yang sangat keras. Teriakannya menggema di seisi istana. Inilah bujuk rayu dahsyat yang dialami Yusuf. Wanita itu terlebih dahulu merayu dengan untaian kata-kata. Dialah yang menggoda dan berhasrat untuk menundukkan Yusuf. Namun dia menjatuhkan hukuman kepada Yusuf dengan berkata “apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan istrimu selain dipenjarakan atau (dihukum)dengan azab yang pedih ?”
Abdullah bin Abbas r.a berkata “Yusuf pun dicambuk dengan cemeti. Maka Yusuf menyampaikan kejadian sesungguhnya dengan lisan yan jujur, terpercaya, penuh taqwa, wara`, zuhud, lisan ahli ibadah yang sarat hikmah, sebagaimana FirmanNya “Yusuf berkata` Dialah yang telah menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya). Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya `Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu yang benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak dibelakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (QS Yusuf ayat 26-27)

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...