Pelajaran dari Kisah Nabi Yusuf a.s dan Saudara-saudaranya (5)

MI Plus Mutiara Islam - MI Plus Islam Surabaya
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi
MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Allah SWT senantiasa mengikuti perjalanan sang Nabi pilihan Yusuf a.s. Dia Maha mengetahui kisah Rasul yang mulia ini. Allah berfirman “Dan mereka membawa Yusuf bersama mereka, lalu mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan hati mereka merasa tidak tertarik kepada Yusuf” (QS Yusuf ayat 20). Karena kalaupun dunia seisinya dibayarkan untuk membeli Yusuf maka itu tidak akan seimbang.

Selanjutnya Allah berfirman “Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya `Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik. Bisa jadi ia bermanfaat bagi kita, atau kita pungut dia sebagai anak`. Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta`bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (QS Yusuf ayat 21)
Orang yang membelinya adalah orang Mesir. Allah tidak menyebutkan siapakah orang itu. Ada yang mengatakan “Karena kisah ini hanya dikhususkan untuk Yusuf a.s maka tidak ada seorang pun yang perlu ikut campur di dalamnya”. Yang lain mengatakan “Karena kalimat Al Aziz (yang mulia, pembesar atau raja) tidak berhak disandang oleh sang raja, karena yang mulia hanyalah orang yang dimuliakan Allah SWT dan orang yang mulia adalah orang yang menghambakan diri kepada Allah dengan sungguh-sungguh”.
Orang yang membelinya (Tuan Aziz) berkata kepada istrinya (bernama Zulaikha) “Berikanlah kepadanya tempat dan layanan yang baik kepadanya”. Yaitu memberi makanan, minuman, pakaian dan tempat tidur yang baik kepadanya. Ini merupakan sebuah penghormatan yang cukup berlebihan. Semoga saja memberikan manfaat kepada kita dan dia dapat membantu kita untuk mengurusi barang dan harta kita serta memenuhi kebutuhan dan keperluan kita. “Atau kita mengangkatnya sebagai anak”. Ini karena Tuan Aziz adalah seorang pria yang impoten dan tidak dapat menggauli perempuan, sementara istrinya adalah seorang perempuan yang mandul. Maka Tuan Aziz berkeinginan untuk mengangkat Yusuf a.s sebagai anak yang dapat menghibur mereka, sehingga mereka merasa tenang dan senang bersamanya.
Allah SWT berfirman “Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS Yusuf ayat 22). Mereka tidak menyadari bahwa mereka tidak akan dapat mengangkatnya sebagai anak untuk selamanya, karena kelak dia akan menjadi salah seorang Nabi Allah yang mulia dan seorang Rasul yang akan mengemban risalah dari langit untuk disebarkan di bumi dan menjadi juru dakwah perbaikan yang akan membebaskan rakyat dan menggiring generasinya menuju Allah SWT. Yusuf a.s hidup dan tumbuh besar di istana Tuan Aziz sebagai orang yang bertaqwa, ahli ibadah dan tauhid. Dia senantiasa bergantung dan berserah diri kepada Allah yang Maha Hidup lagi Maha mengurusi seluruh makhlukNya.
Hari-hari pun berlalu. Yusuf a.s tumbuh dan besar sebagai orang yang semakin tampan dan menarik, sehingga istri Tuan Aziz yang hidup bersamanya selama bertahun-tahun menggoda dan merayunya untuk berbuat zina. Betapa dahsyat fitnah ini! Betapa besar ujian ini! Bayangkan, seorang pemuda yang masih bujangan dan dipenuhi oleh gejolak syahwat. Dia tidak mempunyai sanak saudara tempat mengadu. Allah SWT berfirman “Dan wanita yang Yusuf tinggal dirumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata “Marilah kesini” Yusuf berkata “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung “(QS Yusuf ayat 23)
Istri Tuan Aziz sangat sering menggoda dan merayu Yusuf dan ia selalu berhias untuknya, karena ia adalah wanita yang terpandang dan cantik rupawan. Ia adalah seorang ratu di dalam istana raja. Akan tetapi Allah senantiasa bersama Yusuf. Dia selalu terpelihara dan meluruskannya. Suatu hari istri Tuan Aziz menutup semua pintu sebagaimana yang difirmankan Allah “Dan wanita itu menutup pintu-pintu”. Semua pintu rumahnya ada tujuh pintu, maka dia menutup semua pintu itu. Kemudian Yusuf berkata “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukanku dengan baik”. Sebagian ahli tafsir berkata “Maksud dari `tuan` disini adalah suami wanita yang menggoda Yusuf a.s yang telah berlaku baik kepadanya”
Tanda Allah yang memperingatkan Yusuf a.s
Allah SWT berfirman “Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan keji itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud(melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya”( QS Yusuf ayat )
Istri Tuan Aziz berduaan dengan Yusuf a.s. Dia dalam keadaan bebas untuk melakukan kemaksiatan, namun ia tak dapat lepas dari penglihatan Allah. Sementara Yusuf sendiri syahwatnya juga tengah menggelora dalam hati serta mendorongnya untuk melakukan perbuatan tersebut.

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...