Pelajaran dari Kisah Penciptaan Nabi Adam a.s (2-end)

MI Plus Mutiara Islam - MI Plus Islam Surabaya
MI Plus Mutiara Islam | Membangun Generasi Qurani Berprestasi

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini :

Sedangkan di dunia para malaikat lebih mulia dan lebih baik karena mereka lebih dekat kepada Allah, tidak pernah berbuat salah, tidak pernah berbuat dosa dan juga tidak pernah bermaksiat kepada Allah. Sementara kalau dibumi, ketika manusia mendekatkan diri kepada Allah hingga akhirnya masuk syurga maka manusia akan lebih baik dan lebih mulia dari pada para malaikat.

Selanjutnya mengapa Allah memerintahkan para malaikat bersujud kepada Adam a.s ? para ulama memberitahu bahwa Allah hendak menguji mereka dengan suatu ketaatan,apakah mereka menaatiNya ataukah tidak. Allah melihat bahwa ada malaikat yang bermaksiat kepadaNya yaitu Iblis. Para malaikat melihat keutamaan dan kemuliaan Adam a.s maka mereka semua berdiri dan bersujud kepadanya,kecuali iblis. Dia enggan bersujud dan sombong. Abdullah ibnu Abbas r.a berkata “Iblis adalah malaikat yang paling alim,akan tetapi ilmunya tidak memberikan manfaat baginya. Dia bersikap angkuh,sombong,dan bangga terhadap dirinya sendiri. Iblis dulunya adalah pemimpin yang bertugas di langit dunia. Dia bertanggung jawab terhadap langit dunia. Tetapi ketika Allah berfirman kepada segenap malaikat ”Bersujudlah kalian kepada Adam,dia enggan dan menentang”.
Iblis pun berkata ke Tuhan Semesta Alam, Allah SWT “Engkau menciptakanku dari api,sementara Engkau menciptakannya dari tanah liat. Apakah aku harus bersujud padahal unsure penciptaanku lebih mulia dan lebih baik? Dia diciptakan dari bahan tanah liat sementara aku diciptakan dari bahan api. Jelas bahwa api lebih baik dari pada tanah liat, dan bagaimana mungkin api bersujud kepada tanah liat ?”.
Ucapan inilah sebagai awal kehinaan,permulaan laknat dan kutukan,serta awal mula terputusnya rahmat Allah. Penentangan iblis ini adalah suatu kesombongan. Allah SWT berfirman “Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat “Bersujudlah kamu kepada Adam!” maka mereka semua pun bersujud kecual Iblis. Dia enggan dan menyombongkan diri, dan dia termasuk dalam golongan orang-orang kafir” (QS Al Baqarah ayat 34)
Ini merupakan kedustaan dan penipuan yang sangat besar. Dia menolak,enggan,dan tidak mau bersujud. Pada ayat diatas tidak hanya disebutkan “dia enggan” akan tetapi juga diikuti dengan kalimat “dan bersikap sombong”. Oleh sebab itu rukun kufur ada tiga :1.hasad, 2.sombong, 3.dusta.
Barangsiapa yang didalam dirinya terdapat sifat sombong,maka dia telah mengumpulkan sepertiga dari kekufuran di dalam dirinya. Oleh sebab itu hendaklah dia waspada dan berhati-hati dengan sisanya. Sifat sombong adalah motto iblis. Kita memohon perlindungan kepada Allah darinya. Dan diantara ciri-ciri orang yang sombong adalah : tidak pernah mengambil manfaat dari orang lain,tidak melihat keutamaan dan kebaikan orang lain,tidak tunduk kepada kebenaran meskipun dia mengetahuinya. Orang yang bersifat sombong ini diketahui dari gaya bicara,berjalan dan juga deheman dan batuknya.
Orang arab berkata “orang yang paling dungu adalah orang yang bersifat sombong. Oleh karena itu burung yang paling dungu/bodoh adalah burung merak,karena mereka sombong”
Para Ulama menyebutkan bahwa ada beberapa orang penguasa yang sangat dungu,namun hanya Allah sajalah yang mengetahui hakikatnya. Dahulu salah seorang menteri Bani Abbasiyah lewat diatas jembatan kota Baghdad. Sebelum menyeberangi jembatan dia berhenti sejenak dan berkata “Demi Allah saya khawatir kalau saja jembatan ini tidak mampu membawa kemuliaan saya. Dan jangan-jangan jembatan ini akan roboh dan hancur bersama saya kedalam sungai.”
Dahulu juga pernah ada seorang pakar hadits masuk ke sebuah majelis, kemudian dia duduk di pojok. Hadirin pun berkata kepadanya “duduklah dibagian muka”. Lalu dia berkata “Dimana saja saya berada, saya adalah orang terkemuka. Di majelis mana saja saya duduk saya adalah orang terkemuka”.
Dua contoh diatas merupakan perumpamaan kesombongan yang menghinggapi asal penciptaan yang hina dan lemah agar menjadi pelajaran.
Pernah juga seorang Ulama menegur seorang Khalifah dari Bani Abbasiyah yang senantiasa mendapat penghormatan bila menghadiri suatu majelis. Suatu ketika Khalifah Al Mahdi memasuki masjid An Nabawi,seluruh orang yang hadir berdiri sebagai bentuk rasa hormat kepadanya, kecuali Ibnu Abi Dzu`ab (seorang Ulama hadits yang terkemuka). Sang Khalifah pun memberikan salam kepada orang-orang yang hadir. Kemudian dia menoleh kea rah Ibnu Abi Dzu`ab dan berkata “Mengapa kamu tidak berdiri untuk menghormati kami, sedangkan semua orang berdiri menghormati kami ?”
Ibnu Abi Dzu`ab berkata “Sebenarnya saya hendak berdiri namun saya teringat pada firman Allah “Pada hari ketika seluruh manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam“ (QS Al Muthaffifin ayat 6) akhirnya saya pun tidak jadi berdiri karena hari itu.
Sang Khaliah lalu berkata “Tetap duduklah. Demi Allah kamu telah membuat seluruh rambutku berdiri (merasa takut) “
Semoga Allah membersihkan hati dan akhlak kita dari sifat sombong. Amiin.

MI Plus Mutiara Islam Surabaya, telah memposting kembali kisah ini .
Bagikan ke teman :
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...